Aniek Juliarini*)
Jalan kenabian. Itulah frasa yang sering digunakan master Sugiarto, Kasatgas Sertifikasi dan Pemberdayaan KPK saat menyebut Penyuluh Antikorupsi (Paksi). Tentu bukan bermaksud untuk ingin menyamai Nabi. Namun sedikit mencontoh semangat nabi semoga menjadi pemandu hati, mencegah kemungkaran mengajak pada kebaikan.
Demikianlah antara lain yang nampak dari semangat 370-an orang Paksi yang hadir pada Temu Aksi Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (Tapaksiapi) 2024 di hotel Royal Kuningan, Jakarta. Rangkaian acara Hakordia 2024 KPK RI yang dihelat tanggal 9 sd 11 Desember 2024 itu, sampai kini masih menyisakan semangat, kenangan, dan harapan diantara para Paksiapi di seantero negeri.

Wajah-wajah cerah ceria dan gembira para pemakai rompi biru telah nampak bahkan sejak sebelum keberangkatan pasukan dari lokasinya masing-masing. Sejak pendaftaran peserta Tapaksiapi 2024 dibuka, meledaklah gegap gempita para pejuang àntikorupsi ini berusaha untuk bisa masuk dalam daftar peserta. Jumlah peserta Tapaksiapi 2024 yang akan diundang KPK ini memang terbatas, sehingga masuk dalam deretan daftar Paksi yang diundang KPK sangatlah menggembiarak. Setidaknya, suasana itulah yang tertangkap dari perbincangan di berbagai media WAG forum dan komunitas Paksi. Banyak Paksi yang akhirnya cukup kecewa karena tidak bisa berangkat karena minimnya kuota, hanya maksimal 5 orang per-forum.
Semangat untuk berangkat. Mereka tak peduli meski harus biaya sendiri untuk bisa hadir ke Gedung kebanggaan, Gedung Merah Putih. Inilah salah satu kehebatan dan loyalitas para penempuh jalan kenabian itu. Semangat api birunya tak terhenti.
Pada H-1 berbondong-bondong rombongan dari 38 forum provinsi di seluruh wilayah NKRI mengirim swafoto dan berita akan keberangkatannya. Pesawat terbang dari ujung utara Sumatra, Papua, Kalimantan, Sulawesi, pun Maluku. Kapal pun turut mengantar para Paksi. Kereta membawa si rompi biru dari pulau Jawa, hingga Wush yang mengantar pasukan dari tlatah Sunda. Hotel Royal Kuningan Jakarta yang semula biasa biasa saja, seketika riuh oleh ratusan tamunya. Semangat yang luar biasa. Tak padam oleh jarak, waktu, dan biaya.
Kenangan .
Rangkaian acara 3 hari itu hingga kini masih menyisakan kenangan.
Hari pertama. Senin, 9 Desember 2024 adalah hari yang istimewa. Pembukaan Hakordia 2024 dihadiri oleh para menteri, kepala lembaga, kepala daerah, dan perwakilan mitra KPK dari seluruh Indonesia. Presiden yang diharapkan hadir, ternyata tidak hadir, dan diwakili oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Budi Gunawan. Agak kecewa sebenarnya ketika batal bertemu dengan Presiden baru, namun kehadiran Pak Menteri AHY, Menteri Agama, dan banyak menteri lainnya serta para Inspektur Jenderal, Gubernur, Bupati/Walikota hadir ke Gedung Merah Putih, membuat acara itu tetaplah istimewa. Bagi Penulis sendiri, bisa berfoto dengan Menteri Agama, Irjen Kementerian Keuangan, dan tokoh-tokoh lainnya, menjadi salah satu momen tak terlupakan dalam acara ini. Hanya sayangnya, kami rombongan Paksi DIY tidak sempat bertemu dan foto bersama Bapak Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X dan Bapak Inspektur DIY yang saat itu juga hadir langsung ke lokasi acara untuk menerima penghargaan.
Setelah Pembukaan Hakordia 2024, dilakukan Peluncuran Program Antikorupsi meliputi Percontohan Desa Antikorupsi, dan Launching buku Panduan CEK Berbahasa Asing, meliputi bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan bahasa Mandarin. Pada kesempatan itu juga diberikan apresiasi kepada para pegiat antikorupsi, yaitu penghargaan kepada pemangku kepentingan, meliputi Pemerintah Daerah, Kementerian/Lembaga, Inspektorat Daerah, serta Lembaga-lembaga Diklat pada Kementerian/Lembaga.
Sesi siang merupakan sesi TAPAKSIAPI . Acara dimulai dengan pemberian apresiasi kepada Penyuruh Antikorupsi Kreatif dan Forum Paksi Teraktif. Kebetulan Penulis mendapatkan apresiasi sebagai Paksi Kreatif, sebuah capaian yang tidak pernah diduga sebelumnya. Sangat terasa istimewa karena piagam penghargaandiberikan langsung oleh Pak Nurul Ghufron, Wakil Ketua KPK RI. Pada sesi ini juga digelar Talkshow Best Practice Paksiapi serta Forum Paksi. Ketua PAK SIJI DIY mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman bagaimana mengelola sebuah forum antikorupsi. Kebetulan Pak Siji merupakan salah satu forum ‘tertua’ di kancah perpaksian.
Hari kedua. Tapak Siapi bukan hanya arena silaturahmi, namun juga media penguatan kompetensi. Pada hari kedua ini, para Paksiapi meningkatkan kompetensi dengan menu materi-materi terkini yang disajikan oleh para ahlinya. Materi pemanfaatan Artificial Inteligent dalam penyuluhan, Kabupaten/Kota Antikorupsi, materi manajemen forum Paksi, jaga.go.id, dan lain-lain. Semua bekal itu akan sangat penting bagi seorang penyuluh antikorupsi. Makin berisi tentu akan semakin membuat percaya diri. Makin up to date dan makin kompeten.
Hari ketiga: bhinneka tunggal asa
Saat ini terdapat 38 Forum Antikorupsi yang terdapat di provinsi-provinsi di seluruh Indonesia. Pada hari ke-3, para Paksiapi dari masing2 provinsi mengenakan baju daerahnya masing-masing dengan gembira dan bangga. Papua dengan baju khas rumbai dan hiasan pada kepalanya, Kaltim dengan hiasan-hiasan bulu burungnya yang menarik, Sulawesi dan Sumatera dengan baju adat warna -warna merah dan kuning emas yang mewah, Jawa Tengah dan Jogja yang kompak mengenakan baju daerah senada kebaya hitam dan kain batik serta selendang jumputan yang klasik, pun daerah2 lain tak ketinggalan memamerkan keindahannya masing-masing. Semua gembira, saling menghargai dan saling mencinta. Ya, kita semua adalah Indonesia. Kita bhinneka namun asa dan cita kita sama, korupsi tak semakin menjadi-jadi, semangat antikorupsi menjadi budaya di setiap diri.
Harapan.
Setiap peringatan Hakordia tentu menyiratkan berbagai harapan. Harapan nafas baru untuk bersama-sama mencegah korupsi dan menciptakan masyarakat adil sejahtera. Langkah yang semakin masif dan nyata melawan korupsi agar tidak semakin merajalela. Kita sadari bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa yang sangat menghambat pembangunan dan merusak ekonomi bangsa. Komitmen pemerintahan di bawah komando Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi tertuang dalam semangat Asta Cita poin ke 7, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
Pemberantasan korupsi adalah upaya panjang yang berkelanjutan, sehingga butuh dukungan semua pihak dalam pemberantasannya. Hakordia menjadi sarana yang sangat penting dalam menyampaikan pesan antikorupsi, kepada seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan edukatif dan kolaboratif. Inilah pesan yang disampaikan melalui Hakordia 2024 KPK, sebagaimana tag line-nya: “Bersama Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju”. Dan penyuluhan antikorupsi adalah sebuah jalan kecil, kadang berliku, yang tak akan pernah bertepi untuk dilalui.
*) Wakil Ketua Forum PAK SIJI DIY, Peraih Penghargaan Paksi Kreatif 2024





















